Keluarga Kakek Khairun Menolak Korban Diotopsi, Ini Pejelasan Kapolsek Banjarmasin Selatan

oleh

Uri.co.id, BANJARMASIN – Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Najamuddin Bustari mengatakan, pihak keluarga (anak dan istri), Kakek Khairun (70), yang gantung diri di dalam kamar rumahnya menolah jenazah untuk diotupsi.

Kemudian, ungkap kapolsek, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. Di tubuh almarhum memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Terpisah, Hatmah (55), istri almarhum menambahkan, selama ini almarhum menderita sakit maag kronis, hingga bertahun-tahun dan tidak kunjung sembuh.

Sebelum ditemukan gantung diri di dalam kamar, almarhum sempat duduk di kamar tamu dan jalan-jalan di teras rumahnya.

Halitu disampaikan Hatmah (55), istri dari almarhum Kakek Khairun yang ditemui di rumah duka.”Almarhum sebelum masuk ke dalam kamar sempat duduk-duduk dan berjalan di teras rumah,”ungkapnya sedih.

Dirinya tak menyangka kalau suami nekat gantung diri. Pantauan di lapangan, kakek itu gantung diri dengan menggunakan tali jemuran.

Seperti diberitakan, warga RT24 Jalan Prona 3 Gang Darish Lihin No 63. Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin digegerkan dengan ditemukannya kakek Khairun (70) gantung diri di kamar rumahnya, Selasa (7/5/2019) sekitar pukul 10.30 Wita.

Orang yang peetama kali melihat kakek gantung diri adalah istrinya, Hatmah (55) dan menyusul anaknya Herlina (26). Warga sekitarpun dibuat geger. (jumadi)

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!